Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
| (Source: Gambar by Bima) |
Pancasila adalah dasar negara Indonesia, nama Pancasila terdiri dari dua kata dari bahasa sanskerta, "Panca" berarti lima dan "Sila" berarti prinsip atau asas.
| (Source: Wikipedia) |
Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurut Bima, kemanapun Bima pergi di wilayah luar Indonesia, Pancasila ini menjadi identitas Bima, jadi sangat penting untuk kita mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
1. Pengamalan nilai sila ke-1 (Ketuhanan)
Untuk membantu memahami nilai ketuhanan tersebut, terdapat butir-butir sila pertama sebagai penjelas bagi masyarakat. Menurut TAP MPR Nomor I/MPR/2003, berikut ini adalah butir-butir pengamalan sila pertama Pancasila:
Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
Manusia Indonesia percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
Mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa
Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing
Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
Dengan memahami butir-butir tersebut, Bima lebih mudah untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Contoh penerapan di rumah:
| (Source: Doc Bima) |
Bima mengikuti ibadah online di masa pandemi covid-19, karena masih pembatasan kehadiran tatap muka di gedung gereja. Bima beragama kristen.
Bima juga pernah menjadi presenter kegiatan sekolah minggu di gereja Bima, videonya bisa dilihat di link ini: Sekolah Minggu 8 Maret 2020 | Jam 09:45 - YouTube
| (Source: Doc Bima) |
Bima bertugas sebagai pemain musik dalam ibadah bersama mama Bima yang bertugas memimpin puji-pujian.
Bima setiap hari ibadah pagi dan pendalaman Alkitab bersama keluarga, Bima juga belajar menghormati, mendengarkan nasehat dan menaati papa dan mama.
Contoh penerapan di masyarakat:
Bima hidup rukun dan damai dengan saudara-saudara Bima yang berbeda agama, sebagian besar keluarga Bima dari pihak papa di desa Gedog Wetan ini beragama muslim, kita saling bersilaturahmi, saling mengunjungi saat sakit, membantu saat ada hajatan, saling berbagi berkat makanan.
| Lebaran di rumah opa Bima thn 2021 (Source: Doc Bima) |
| Silaturahmi lebaran thn 2021 (Source: Doc Bima) |
2. Pengamalan nilai sila ke-2 (Kemanusiaan)
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Ada 17.508 pulau, dan dihuni oleh 1.300 suku yang diakui di negara ini dengan semboyannya yang sangat merakyat "Bhinneka Tunggal Ika", berbeda-beda tapi satu. Atau di bahasa inggris "Unity in diversity". Menurut Bima sangat penting sila ini untuk di terapkan untuk menjamin persamaan derajat dari semua suku bangsa ini.
Secara lebih mendetail, pengamalan sila kedua dijabarkan dalam butir-butir sesuai TAP MPR Nomor I/MPR/2003, sebagai berikut:
Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa
Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit, dan sebagainya
Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia
Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa salira
Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan
Berani membela kebenaran serta keadilan
Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia
Mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.
Contoh penerapan di rumah:
| Merayakan ulang tahun Bima (Source: Doc Bima) |
papa Bima dari etnis Jawa, dan mama Bima dari etnis Minahasa.
Di rumah Bima juga ada keluarga dari pihak papa yang beragama muslim, dan dari pihak mama yang beragama kristen, kita selalu saling menghormati dan mengasihi.
Setiap tahun kita merayakan hari spesial kelahiran dari setiap anggota rumah. Bagi mama dan papa, hari ulang tahun dari Bima atau papa atau mama adalah hari libur nasional!
| Bima bersama Nala dan Gavin (Source: Doc Bima) |
Bima sering bermain bersama dengan saudara sepupu Bima yang tinggal di malang, walaupun kita sering berantem, kita cepat memaafkan, dan saling mengasihi. Bima sering membaca buku bersama Gavin, Bima juga main piano untuk support Nala yang bikin cover lagu di youtube.
Channel Nala bisa dilihat disini:
https://www.youtube.com/channel/UCsj38UpKbrxXRiKyJJOJn3A
Contoh penerapan di masyarakat:
https://www.youtube.com/channel/UCsj38UpKbrxXRiKyJJOJn3A
Contoh penerapan di masyarakat:
| Bima kasih makan kucing di komplek (Source: Doc Bima) |
Bima di Jakarta bersama keluarga tinggal di rumah kontrakan selama 8 tahun di komplek perumahan Jatinegara Indah, Cakung, Jakarta Timur. Di komplek ini kita hidup rukun dengan tetangga sekitar rumah. Bima bersama papa mama setiap pagi keluar dan olah raga berkeliling komplek, dan Bima suka bawa makanan kucing dan kasih makan kucing-kucing yang sedang berkeliaran di situ, kita juga bertegur sapa dengan penghuni komplek yang lain yang sedang olah raga pagi seperti Bima.
Waktu itu juga Bima ada kegiatan explorasi sekitar melacak warisan Jepang yang masih di praktekan sistemnya di Indonesia. Terkait kegaitan ini. Bima melakukan wawancara mulai dari Pengurus RT, Ketua RW, Lurah Jatinegara, dan Camat Cakung. Wawancaranya bisa dilihat di channel youtube Bima "PWB Studios", ini link video dan playlist nya: Wawancara Tonarigumi | Melacak Warisan Jepang | Bertamu ke Rumah Pengurus RT | Jatinegara Indah - YouTube
| Bima dan Boris (Source: Doc Bima) |
Bulan Agustus 2020, Bima pindah di komplek perumahan Garuda di Kalibata, Jakarta Selatan. Kegiatan jalan pagi Bima juga terus berlanjut. Di komplek ini mayoritas warganya pensiunan Garuda Indonesia Airlines, mereka sangat ramah kepada Bima. Disini ada juga anjing yang suka Bima kasih makan. Boris pemiliknya seorang opa yang ramah. Ada juga Kristin, pemiliknya seorang oma yang sudah duduk di kursi roda, Bima sering ngobrol dengan pemiliknya.
3. Pengamalan nilai sila ke-3 (Persatuan)
"Bhinneka Tunggal Ika", berbeda-beda tapi satu atau di bahasa Inggris "Unity in diversity" Ini semboyan negara kita. Penting banget untuk menerapkan nilai persatuan di dalam kehidupan setiap hari.
Menurut TAP MPR Nomor I/MPR/2003, berikut ini adalah butir-butir pengamalan sila ke-3 Pancasila:
Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi serta golongan
Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara serta bangsa apabila diperlukan
Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa
Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia
Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan pada kemerdekaan, perdamaian abadi, serta keadilan sosial
Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika
Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa
Contoh penerapan di rumah:
| Bima bersama keluarga merayakan natal (Source: Doc Bima) |
Setiap 25 Desember, Bima bersama keluarga
di rumah merayakan natal dan berbagi kado.
Di rumah kita banyak melakukan kegiatan bersama, kita juga makan bersama di meja makan setiap hari.
Bima berbahagia karena muskipun kita terdiri dari etnis dan agama berbeda, kami saling menghormati agama, dan hidup rukun.
Video family Christmas 2020:
Happiness Natal (Family Christmas) - YouTube
Contoh penerapan di masyarakat:
Bima bersama keluarga ikut berpartisipasi dalam perayaan HUT kemerdekaan Indonesia ke-76 di tingkat RT, sebagai bagian dari ikatan keluarga komplek garuda pasar minggu ( IKKGPM). Bima bersama adiknya mama yang Bima panggil Mami Nela bikin video cover lagu Hari Merdeka, ini lagu wajib lomba. Kita semua berperan, Bima sebagai arranger, vocal Mami Nela, dan untuk editing videonya papa Bima, dan mama mengatur produksi projek ini. Dan ternyata kita juara 2! Videonya bisa di lihat dengan klik link ini:
Hari Merdeka - Cover - YouTube.
Bima juga pernah belajar tentang sejarah kemerdekaan Indonesia dengan berkunjung ke taman makam pahlawan Kalibata (TMP), bisa dilihat videonya di link ini: TAMAN MAKAM PAHLAWAN KALIBATA | PAHLAWAN REVOLUSI | BELAJAR SEJARAH | WISATA KREATIF JAKARTA - YouTube
Beberapa hari sebelumnya, Bima belajar tentang sejarah perang dunia dan korban perang dunia II di makam kehormatan Belanda di ereveld Menteng Pulo, videonya bisa di lihat di link ini: EREVELD MENTENG PULO | MAKAM KEHORMATAN BELANDA DI INDONESIA | KORBAN PERANG DUNIA II - YouTube
4. Pengamalan nilai sila ke-4 (Kerakyatan)
Pemerintahan di Indonesia menganut sistem demokrasi yaitu dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Permusyawaratan maksudnya sebagai musyawarah untuk mengambil keputusan dan mencapai mufakat. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat, jadi kepusutan yang diambil dengan hikmat dan bijaksana.
Menurut TAP MPR Nomor I/MPR/2003, berikut ini adalah butir-butir pengamalan sila ke-4 Pancasila:
Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama
Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain
Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama
Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan
Menghormati serta menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah
Dengan itikad baik serta rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah
Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi serta golongan di dalam musyawarah
Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur
Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai kebenaran dan keadilan, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bangsa
Memberi kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercaya untuk melaksanakan pemusyawaratan.
Hari Merdeka - Cover - YouTube.
Bima juga pernah belajar tentang sejarah kemerdekaan Indonesia dengan berkunjung ke taman makam pahlawan Kalibata (TMP), bisa dilihat videonya di link ini: TAMAN MAKAM PAHLAWAN KALIBATA | PAHLAWAN REVOLUSI | BELAJAR SEJARAH | WISATA KREATIF JAKARTA - YouTube
Beberapa hari sebelumnya, Bima belajar tentang sejarah perang dunia dan korban perang dunia II di makam kehormatan Belanda di ereveld Menteng Pulo, videonya bisa di lihat di link ini: EREVELD MENTENG PULO | MAKAM KEHORMATAN BELANDA DI INDONESIA | KORBAN PERANG DUNIA II - YouTube
4. Pengamalan nilai sila ke-4 (Kerakyatan)
Pemerintahan di Indonesia menganut sistem demokrasi yaitu dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Permusyawaratan maksudnya sebagai musyawarah untuk mengambil keputusan dan mencapai mufakat. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat, jadi kepusutan yang diambil dengan hikmat dan bijaksana.
Menurut TAP MPR Nomor I/MPR/2003, berikut ini adalah butir-butir pengamalan sila ke-4 Pancasila:
Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama
Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain
Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama
Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan
Menghormati serta menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah
Dengan itikad baik serta rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah
Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi serta golongan di dalam musyawarah
Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur
Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai kebenaran dan keadilan, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bangsa
Memberi kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercaya untuk melaksanakan pemusyawaratan.
Contoh penerapan di rumah:
| Siap-siap wisata ke pantai. (Source: Doc Bima) |
Saat Bima dan keluarga akan berkegiatan bersama, kita rapat keluarga membahas tujuan, tempatnya, pesertanya, dan yang tidak kalah penting anggarannya berapa, kita juga patungan untuk biaya kegiatannya, jadi yang diambil adalah keputusan dengan suara terbanyak dan bahasan yang paling logis. Sehingga kita semua menikmati kegiatannya.
Contoh penerapan di masyarakat:
| Kartu Identitas Anak atas nama Bima (Source: Doc Bima) |
Bima sudah memiliki kartu identitas anak (KIA) menjadi bukti identitas resmi Bima sebagai warga negara Indonesia. KIA untuk anak dibawah 17 tahun berlaku selayaknya kartu tanda penduduk (KTP) untuk orang dewasa pada umumnya. Ini sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan pemerintah. Setiap peraturan pemerintah tentunya sudah melewati pembahasan dan musyawarah mufakat sebelum diterbitkan peraturannya. Kartu identitas anak ini diatur dalam peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) No. 2 tahun 2016, program pembuatan dan kepemilikan kartu identitas anak sudah berlaku secara nasional. Sama juga seperti KTP, Kartu Identitas Anak (KIA) ini diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten/Kota.
5. Pengamalan nilai sila ke-5 (Keadilan)
5. Pengamalan nilai sila ke-5 (Keadilan)
Makna nilai tersebut adalah setiap masyarakat Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesejahteraan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan bahwa untuk mencapai keadilan sosial maka seluruh masyarakat haruslah mendapatkan hak serta melaksanakan kewajibannya.
Untuk memandu pengamalan nilai keadilan, butir-butir sila kelima Pancasila pun dirumuskan melalui TAP MPR Nomor I/MPR/2003 sebagai berikut:
Mengembangkan perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan
Mengembangkan sikap adil terhadap sesama
Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
Menghormati hak orang lain
Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri
Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain
Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah
Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum
Suka bekerja keras
Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama
Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Contoh penerapan di rumah:
Untuk memandu pengamalan nilai keadilan, butir-butir sila kelima Pancasila pun dirumuskan melalui TAP MPR Nomor I/MPR/2003 sebagai berikut:
Mengembangkan perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan
Mengembangkan sikap adil terhadap sesama
Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
Menghormati hak orang lain
Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri
Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain
Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah
Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum
Suka bekerja keras
Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama
Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Contoh penerapan di rumah:
| Bima di toko material (Source: Doc Bima) |
Waktu pindah sementara ke malang, kita butuh merapikan ruangan buat kamar, Bima ikut berperan membantu proses renovasi gudang dijadikan kamar. Bima ikut bersama papa belanja bahan-bahan materialnya di toko bahan bangunan, Bima banyak belajar dalam proses ini, papa mengajar Bima banyak hal tentang jenis dan sumber-sumber bahan material bangunan, ada juga yang namanya profesi tukang. Untuk mengerjakan tembok dan pasang tegel lantai, kita menggunakan jasa tukang yang dibayar harian. Tukangnya ada 3 orang, 1 menjadi kepala tukang , biaya jasa mereka berbeda secara posisi. Untuk bagian mengecat tembok, kita mengerjakan sendiri, Bima juga dapat tugas mengecat tembok bersama-sama anggota rumah yang lain, kita bekerja sama.
Contoh penerapan di masyarakat:
Bima ikut kegiatan bersama teman-teman homeschooling di Jakarta, kegiatannya blind adventure, kita lebih mengerti dan memahami seorang tunanetra, mereka ada dalam kondisi gangguan atau hambatan dalam indra penglihatannya. Mereka punya hak yang sama sebagai warga negara Indonesia untuk mendapatkan kesempatan berkarya berusaha dan lapangan pekerjaan sesuai keahlian yang mereka miliki. Kalau semua warga masyarakat bisa menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara, maka keadilan sosial bisa tercipta, dan merata di semua kalangan masyarakat.
Video kegiatan ini bisa dilihat dari klik link ini: Blind Adventure | Petualangan Gulita | Museum Bank Indonesia | Blind Coffee - YouTube
Bima juga pernah belajar tentang wira usaha dan UMKM di Kampung Kaleng, setiap masyarakat punya kesempatan yang sama untuk mengusahakan kesejahteraan nya. Video kegiatan ini bisa dilihat dari klik link ini: JADILAH PENGUSAHA SUKSES | BELAJAR WIRAUSAHA DI KAMPUNG KALENG | TALK WITH BIMA - YouTube
Dengan menuliskan esai tentang pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Bima merasa lebih mengerti arti Pancasila, dan Bima berharap yang membaca esai Bima ini bisa lebih mengerti dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, dan membawa nilai-nilai Pancasila ini sebagai identitas diri kita.
| Papa menunjukan Bima teknik mengecat tembok (Source: Doc Bima) |
Contoh penerapan di masyarakat:
| Foto bersama selesai kegiatan blind adventure (Source: Doc Bima) |
Bima ikut kegiatan bersama teman-teman homeschooling di Jakarta, kegiatannya blind adventure, kita lebih mengerti dan memahami seorang tunanetra, mereka ada dalam kondisi gangguan atau hambatan dalam indra penglihatannya. Mereka punya hak yang sama sebagai warga negara Indonesia untuk mendapatkan kesempatan berkarya berusaha dan lapangan pekerjaan sesuai keahlian yang mereka miliki. Kalau semua warga masyarakat bisa menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara, maka keadilan sosial bisa tercipta, dan merata di semua kalangan masyarakat.
Video kegiatan ini bisa dilihat dari klik link ini: Blind Adventure | Petualangan Gulita | Museum Bank Indonesia | Blind Coffee - YouTube
Bima juga pernah belajar tentang wira usaha dan UMKM di Kampung Kaleng, setiap masyarakat punya kesempatan yang sama untuk mengusahakan kesejahteraan nya. Video kegiatan ini bisa dilihat dari klik link ini: JADILAH PENGUSAHA SUKSES | BELAJAR WIRAUSAHA DI KAMPUNG KALENG | TALK WITH BIMA - YouTube
Dengan menuliskan esai tentang pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Bima merasa lebih mengerti arti Pancasila, dan Bima berharap yang membaca esai Bima ini bisa lebih mengerti dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, dan membawa nilai-nilai Pancasila ini sebagai identitas diri kita.
Referensi :
Good job Bima😍
ReplyDelete